It's me!

Foto saya
ALLAH SWT-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; rain drops; sunshine; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more
Tampilkan postingan dengan label Tulisan SOFTSKILL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan SOFTSKILL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2015

Etika Akuntan Publik

I.                   ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK
Akuntan publik adalah akuntan independen (bebas) yang secara perorangan atau kelompok memberikan jasa dalam bidang akuntansi bagi perusahaan atau organisasi bisnis dan nonbisnis. Jasa akuntan publik yang utama adalah memeriksa laporan keuangan suatu organisasi apakah wajar atau layak. Selain itu, akuntan publik juga menawarkan jasa konsultasi dalam bidang perpajakan, penyusunan laporan keuangan, dan sebagainya. Dalam melakukan pemeriksaan, akuntan publik terikat oleh kode etik dan norma-norma pemeriksaan akuntansi.
a.      Etika Bisnis Akuntan Publik
Aturan Etika ini harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia - Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP). Dalam hal staf profesional yang bekerja pada satu KAP yang bukan anggota IAI-KAP melanggar Aturan Etika ini, maka rekan pimpinan KAP tersebut bertanggung jawab atas tindakan pelanggaran tersebut. Suatu organisasi profesi memerlukan etika profesional karena organisasi profesi ini menyediakan jasa kepada masyarakat untuk meneliti lebih lanjut mengenai suatu hal yang memerlukan penelitian lebih lanjut dimana akan menghasilkan informasi yang lebih akurat dari hasil penelitian. Jasa seperti ini memerlukan kepercayaan lebih serius dari mata masyarakat umum terhadap mutu yang akan diberikan oleh jasa akuntan. Agar kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik semakin tinggi, maka organisasi profesional ini memerlukan standar tertentu sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatannya.

b.      Tanggung Jawab Sosial Kantor Akuntansi Publik sebagai Entitas Bisnis
Sebagai entitas bisnis layaknya entitas-entitas bisnis lain, Kantor Akuntan Publik juga dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk uang dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi yang artinya pada Kantor Akuntan Publik juga dituntut akan suatu tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Namun, pada Kantor Akuntan Publik bentuk tanggung jawab sosial suatu lembaga bukanlah pemberian sumbangan atau pemberian layanan gratis. Tapi meliputi ciri utama dari profesi akuntan publik terutama sikap altruisme, yaitu mengutamakan kepentingan publik dan juga memperhatikan sesama akuntan publik dibanding mengejar laba.

c.       Krisis dalam Profesi Akuntansi
Tekanan pemaksimalan profit saat ini membawa profesi akuntan ke dalam krisis. Profesi dituntut untuk melakukan tindakan dalam berbagai cara yang dapat menciptakan laba tertinggi agar dapat bersaing dengan iklim persaingan yang semakin ketat. Dala hal ini, seluruh tindakan yang diambil justru membuat profesi berada dalam kondisi yang membahayakan dirinya dan dapat dituntut secara hukum. Namun, di pihak lain akuntan dipaksa untuk tetap bersikap profesional dan dihadapkan pada serangkaian aturan yang harus ditaati. Akuntan harus tetap bersikap objektif, jujur, adil, tepat, independen, bertanggung jawab dan berintegritas dala menjalankan tugasnya. 

d.      Regulasi dalam Rangka Penegakan Etika Kantor Akuntan Publik
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai satu-satunya organisasi profesi akuntan di Indonesia telah berupaya untuk melakukan penegakan etika profesi bagi akuntan publik. Untuk mewujudkan perilaku profesionalnya, maka IAI menetapkan kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik tersebut dibuat untuk menentukan standar perilaku bagi para akuntan, terutama akuntan publik.

II.                PERKEMBANGAN TERAKHIR DALAM ETIKA BISNIS DAN PROFESI
Etika dalam dunia bisnis diperlukan untuk menjaga hubungan baik dan fairness dalam dunia bisnis. Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di amerika srikat pada tahun 1970-an. Untuk memahami perkembangan etika bisnis.

DAFTAR PUSTAKA:
Sulistyanto, Sri. Manajemen Laba Teori dan Model Empiris. Penerbit: Grasindo.


 Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis buku dan juga jurnal yang saya cantumkan di daftar pustaka yang secara tidak langsung mengizinkan saya untuk mengambil ilmu dari tulisannya. Mohon maaf jika ada penambahan kata-kata dari tulisannya

Kamis, 25 Desember 2014

ISU ETIKA SIGNIFIKAN DALAM DUNIA BISNIS DAN PROFESI

Isu etika adalah persoalan tentang etika individual. Dari sudut pandang komunikasi, isu-isu mengenai etika muncul ke permukaan setiap kali pesan-pesan memiliki kemungkinan untuk memengaruhi orang lain. Perilaku beretika dan keuntungan personal adalah isu-isu yang dekat kaitannya. Berbagai isu etika dalam bisnis dapat dibagi ke dalam empat area: kesetaraan, hak, kejujuran, dan penggunaan kekuasaan perusahaan. Contoh isu etika dalam bisnis yaitu “Apakah CEO harus diberikan gaji dalam perusahaan yang tidak menguntungkan?”
1.      Benturan Kepentingan
Benturan kepentingan yaitu benturan yang timbul ketika kepentingan seseorang memungkinkan orang lain melakukan tindakan yang bertentangan dengan pihak tertentu, yang kepentingannya seharusnya dipenuhi oleh orang lain tersebut. Benturan kepentingan merupakan salah satu isu dalam etika. Jenis benturan kepentingan addalah sebagai berikut:
a.       Benturan kepentingan yang bersifat personal
b.      Benturan kepentingan yang bersifat impersonal
c.       Benturan kepentingan individual (berdasarkan kepentingan organisator)
Transaksi benturan kepentingan seringkali terjadi pada anggota direksi ataupun komisaris. Anggota direksi ataupun komisaris melakukan transaksi menjual asset milik pribadi kepada perusaan tempat ia bekerja dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada harga pasar atau harga wajar. Hal seperti ini dalam menghadapi transaksi benturan kepentingan dapat memiliki implikasi moral, yaitu saham perusahaan bersangkutan masuk blacklist di mata investor.
2.      Etika dalam Tempat Kerja
Perusahaan menghadapi banyak tantangan dalam permasalahan mengenai etika di tempat kerja. Salah satunya adalah bagaimana indvidi berperilaku. Sebagai contoh dalam suatu perusahaan hubungan antara atasan-bawahan ada potensi bahaya, terutama di pihak bawahan. Sebagai bawahan, sudah seharusnya melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa melupakan etika dalam bekerja, namun atasan pun juga seharusnya tidak melupakan etika yang berlaku dan tidak semena-mena dalam memimpin suatu perusahaan.
3.      Aktivitas Bisnis Internasional – Masalah Budaya
Seorang pemimpin memiliki peranan penting dalam membentuk budaya perusahaan. Hal itu bukanlah sesuatu yang kabur dan hambar, melainkan sebuah gambaran jelas dan konkrit. Jadi, budaya itu adalah tingkah laku, yaitu cara individu bertingkah laku dalam mereka melakukan sesuatu.
4.      Akuntabilitas Sosial
Akuntabilitas dapat diartikan sebagai spectrum pendekatan, mekanisme, dan praktek yang digunakan oleh pihak yang berkepentingan (stakeholders) untuk menjamin pemerintahan ada pada tingkat dan tipe kinerja yang diinginkan. Dengan kata lain, akuntabilitas bertujuan untuk menjamin agar prosedur, aktivitas, dan output dari kebijakan pemerintah memenuhi tujuan dan standar yang telah disepakati bersama. Akuntabilitas adalah ciri-ciri dari sistem dan institusi social. Ini berarti bahwa ada mekanisme yang menentukan siapa yang melakukan tindakan yang bertanggung jawab, siapa yang bertanggung jawab. Sistem dan institusi yang sulit menentukan siapa yang mengambil tindakan apa akan gagal melakukan analisis etika atau tindakan etika. Manajer institusi, organisasi, dan semacamnya memiliki tanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya sendiri. Jika seseorang melakukan penyimpangan atau menyalah-gunakan tanggung jawabnya, maka itu akan mendekati kepada isu etika, yaitu pada area penggunaan kekuasaan perusahaan.
5.      Manajemen Krisis
Manajemen krisis dapat dimanfaatkan hampir di semua bidang, tetapi umumnya digunakan dalam hubungan internasional, politik, bisnis, dan manajemen. Organisasi yang memikirkan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari suatu krisis akan berusaha untuk mempersiapkan diri sebelum krisis tersebut terjadi. Bahkan ada peluang dimana organisasi dapat mengubah krisis menjadi suatu kesempatan untuk memperoleh dukungan publik. Sebab, krisis terjadi apabila ada benturan kepentingan antara organisasi dengan publiknya.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Haris. 2005. 7 Pilar Perusahaan Unggul Implementasi Kriteria Baldrige untuk Meningkatkan Kinnerja Perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bartono, dan Novianto. 2005. Today’s Business Ethics Langkah-langkah Strategis Menerapkan Etika dalam Bisnis dan Pariwisata. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.
Firsan Nova. 2009. Crisis Public Relations Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan. Jakarta: Grasindo
Griffin, Ricky.E, dkk. 2007. Bisnis, Edisi Kedelapan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Parsons, Patricia J. 2004. Etika Public Relations. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Yayasan Obor Indonesia. 2002. Jurnal Analisis Sosial vol. 7 no.2 Juni 2002. Bandung: Akatiga.
West, Richard, dkk. 2008. Pengantar Teori Komunikasi, Edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Widjaja, Gunawan. 2008. Risiko Hukum Pemilik, Direksi & Komisaris PT. Jakarta: ForumSahabat.

Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis buku dan juga jurnal yang saya cantumkan di daftar pustaka yang secara tidak langsung mengizinkan saya untuk mengambil ilmu dari tulisannya. Mohon maaf jika ada penambahan kata-kata dari tulisannya




Selasa, 09 Juli 2013

Berlibur Keluar Negri


Setengah Abad Disneyland
            Wahai teman-teman, ketahuilah Disneyland di California, Amerika Serikat TELAH berusia setangah abad, tanggal 17 juli 2005. aneka acara hiburan pun telah disiapkan dalam rangka menyambut ultah ke – 50 taman impian internasional itu. pasti memikat!
            Eh, tapi kalau teman-teman tidak ingin pergi jauh ke dineyland AS, kamu nisa ke Disneyland di Paris (Prancis) atau Disneyland di Tokyo (jepang)
            nah, tanggal 12 september 2005 mendatang Disneyland juga akan dibuka hongkong, tepatnya di teluk penny, pulau lantau

Universal Studio, Niagara, Wakiki
            Selain diseyland, ada banyak tempat wisata lainnya di as yang nsa dikunjungi. salah satunya di universal studio, Hollywood, los angel. disini, teman-teman bisa menyaksikan tempat utuk syuting beberapa film, di antara king kong, jaws, Jurassic park, war of the worlds, dan sebagainya. termasuk film-film cowboy lama yang penuh dengan adegan tembak-tembakan.
            Sekilas pintas, berwisata ke AS, teman-teman bisa patung liberty yang megah di new York, gedung putih yang berwibawa di Washington, golden gate yang merah hati di an fransisco, grand canyon yang curam-curam di Arizona, air terjun Niagara yang luas derasdi perbatasan as – kanada, pantai yang indah di wikiki, hawai dan seterusnya. ya amerika serikat memikat. sayang, letaknya jauh…jauh….jauh sekali.

Deste, Vatikan, Pisa, Eiffel, Titisee, Efteling
            Dari Amerika Serikat, yuk kita meluncur ke Eropa. bila amerika sebagai besar terkesan serba modern, Negara-negara di eropa tampak berwajah serba klasik. hampir semua kota di eropa memiliki kekhasan dan keunikan tersensiri. disana banyak terdapat gedung konser, museum, katerdal, taman, vila, menara, monument dan sebagainya yang berbau klasik .
            diroma, misalnya, ada begitu banyak peninggalan bersejarah. disamping negeri mungil vatikan, ada juga colloseum dan vila deste yang indah di luar kota roma. dari roma ke arah utara, terdapat kota pisa. disana ada menara pisa yang terkenal itu.
            menyebrang ke prancis, mau tak mua, perhatian kita terpana ke arah menara Eiffel di paris. hmm … paris dan sekitarnya sungguh elok permai. kemudian bila kita meluncur ke belanda, bolehlah mampir ke taman bermain madurodam dan efteling. dari belanda, kita juga bisa mampir di danau titisee, jerman yang menawan hati.

Taj Mahal, Tembok Besar, Nara
            Bila teman-teman belum sempat ke amerika atau eropa, bolehlah berkunjung di seputar asia. oh, banyak Negara di asia ternyata memiliki tempat-tempat wisata yang berdaya tarik sangat kuat. kota madras, muambai, new delhi, dan sebagainya sangat unik. di kota agra terdapat bangunan istana yang sangat tersohor, yakni taj mahal.
            di perbatasan india-china, ada sederet pegunungan yang amat kondang, yaitu Himalaya. masuk ke daratan cina, siapapun akan tercengang melihat pemandangan alam dan kemajuan kota-kota besar disana. lalu jangan lewatkan juga berkunjung ke tembok besar cina, sekitar 60 km seelah utara Beijing. sungguh dashyat.
            menyebarang sebentar ke timur, teman-teman sampai ke Taiwan yang beribukota di taipeh. dari cina, teman-teman bisa melesat ke jepang dan korea. di duah Negara ini teman-teman bisa menyaksikan banyak peninggilan bersejarah. di kota nara, jepang, misalnya, terdapat kuil budha yang teramat indah. juga di sana ada panorama gunung fuji yang mempesona.

Kanguru, Boomerang dan Ayers Rock
            Disebelah tenggara Negara kita, terdapat benua Australia yg juga memiliki keunikan. banyak kota di Australia, seperti canbera, Sidney Melbourne, Darwin yang pantas ditengok. kota-kota tersebut bercitra modern. misalnya di Sidney, terdapat gedung operah megah yang terletak di pinggir laut.
            Nama Australia juga tak lepas dari keunikan senjata boomerang yang dimiliki oleh suku aborigin, penduduk aslinya. juga tentu Australia tak bisa di pisahkan dengan kanguru yang berkantung itu. di daerah pedalaman benua putih itu, ada seonggok batu raksasa bernama ayers rock. para wisatawan selalu tersedot datang untuk memandangi batu yang bisa berubah warna itu. dari abu-abu menjadi merah.  

Sumber: Majalah bobo tahun 2005

Senin, 08 Juli 2013

Tips Keshatan: Pepaya

Pepaya adalah jenis buah tanpa mengenal musim dan mudah ditemukan setiap saat di pasaran. Hampir semua bagiantanaman papaya bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Digunakan sebagai obat tradisional penyembuh beberapa penyakit sekaligus pemelihara kesehatan tubuh.

Daun Muda
Daun muda (pucuk) papaya, sering disajikan sebagai lalap mentah, yang bermanfaat menambah nafsu makan, mengandung sumber vitamin A, menyembuhkan penyakit beri-beri, bahkan mujarab sebagai obat sakit malaria, kejang perut, maupun sakit panas. Bagi penderita malaria dan kejang perut dapat diobati dengan cara meminum air sari daun papaya yang sebelumnya ditumbuk halus dan diperas.


Akar
Rebusan air akar papaya, bila diminum bermanfaat membinasakan cacing kremi, mengobati sakit ginjal, dan kandung kemih. Sedangkan rebusan akar papaya gandul yang dicampur dengan arak dan kayu putih, kemudian dioleskan pada tulang-tulang yang sakit dapat mengobati sakit persendian tulang.

Buah Pepaya
Paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik papaya yang matang maupun muda. Mengkonsumsi buah yang sudah matang berkhasiat membantu pencernaan, memberikan jumlah vitamin dan mineral yang dibuthkan tubuh tiap hari. Mengusir cacing dalam usus serta mencegah pembentukan batu dalam kandung kemih.

Ramuan buah masak dicampur kuning telur rebus berguna sebagai obat radang mulut (stomatitis), hati yang kurang berfungsi, bisul, kekurangan ASI bagi ibu-ibu, ingatan yang lemah dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pepaya masak dicampur dengan madu mujarab untuk mengatasi gangguan saluran air seni, berbagai gangguan jantung, hati, otak, urat syaraf, darah wasir, dan sembelit.

Pepaya dicampur dengan susu dan madu dapat mendorong pertumbuhan badan anak-anak, wanita hamil, dan yang sedang menyusui. Penderita sembelit atau proses pengeluaran sisa pencernaan lambat, sulit atau keras, cukup diobati dengan mengkonsumsi seiris buah papaya masak setiap sarapan pagi. Gangguan pencernaan atau terhalangnya fungsi pencernaan atau kegagalan perut dalam menerima makanan, dapat disembuhkan dengan makan kontinyu buah papaya masak sebagai pencuci mulut.

Sementara jerawat, dapat diobati dengan sari buah papaya masak sebanyak 3 sendok makan ditambah 1 sendok makan sari jeruk kesturi, kemudian dimaskerkan pada wajah selama 90 menit, kemudian cuci muka dengan air hangat.

Pepaya kaya dengan serat, vitamin C, karotenoid, perokok dianjurkan untuk mengonsumsi papaya, karena diyakini dapat mengurangi resiko kanker paru-paru. Sebuah papaya ukuran sedang per hari diharapkan bisa menangkal racun radikal bebas yang berasal dari asap rokok.

Kanker usus besar, kandung empedu, kanker pancreas dan kanker payudara, juga bisa dikurangi resikonya dengan mengonsumsi papaya secara teratur. Vitamin C alami yang dikandung papaya, juga dapat membantu meningkatkan kesuburan. Karena vitamin C sangat diperlukan untuk menjaga kualitas air mani dan sperma pada pria. Bukti dari penelitian, vitamin C dapat memperbaiki sperma yang meah, kurang gesit, dan pendek usia.

Cara terbaik menikmati pepaya adalah dengan memotong kotak-kotak, bubuhi perasan jeruk nipis atau lemon, tambahkan serutan es. Pepaya juga cocok untuk campuran rujak, salad, es buah hingga es krim. Ada juga yang menjadikan papaya sebagai campuran untuk masakan.

Tulisan ini diambil dari buku berjudul “tips kesehatan” (penulis:Ernes, penerbit: Restu Agung,Jakarta)

EVOLUSI PUNCTUATED EQUILIBRIUM


A.    Perdebatan Evolusi
Di saat gema buku Darwin mengenai evolusi sedang menjadi pusat perhatian, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19,  penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika.
Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin. Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin terbuang. Namun ini  tidak  terjadi,  karena  ada  kelompok-kelompok  tertentu  yang  bersikeras  merevisi,  memperbarui  dan mengangkat  kembali  teori  ini  pada kedudukan ilmiah.
Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari  jalan keluar. Mereka berkumpul  dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara untuk “menambal sulam” Darwinisme.
Kader-kader  ini  berfokus  kepada  pertanyaan  tentang  asal  usul  variasi  menguntungkan  yang diasumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi, yaitu sebuah masalah yang tidak mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri  dan dielakkan dengan bergantung pada teori  Lamarck.  Gagasan mereka kali  ini  adalah “mutasi acak” (random mutations). Mereka menamakan teori baru ini “Teori Evolusi Sintetis Modern” (The Modern Synthetic Evolution Theory), yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam  Darwin.  Dalam  waktu  singkat,  teori  ini  dikenal  sebagai  “neo-Darwinisme”  dan  mereka  yang mengemukakannya disebut “neo-Darwinis”.
Beberapa  dekade  berikutnya  menjadi  era  perjuangan  berat  untuk    membuktikan  kebenaran  neoDarwinisme. Telah diketahui bahwa mutasi atau “kecelakaan” yang terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan.  Neo-Darwinis  berupaya memberikan contoh “mutasi  yang menguntungkan”  dengan melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir dengan kegagalan total. Mereka juga berupaya membuktikan bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yang bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal.  Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu pun protein, yang merupakan  molekul  penyusun  kehidupan,  dapat  muncul  secara  kebetulan.  Begitu  pula  sel,  yang  menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi  bumi  primitif  dan tidak terkendali,  tidak dapat disintesis oleh laboratorium-laboratorium abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.
Teori  neo-Darwinis telah ditumbangkan pula oleh  catatan fosil.  Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun “bentuk-bentuk transisi” yang diasumsikan teori neo-Darwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada  makhluk  hidup  dari  spesies  primitif  ke  spesies  lebih  maju.  Begitu  pula  perbandingan  anatomi menunjukkan bahwa  pesies yang diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya. Neo-Darwinisme memang tidak pernah menjadi teori  ilmiah,  tapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak  bisa  disebut  sebagai  semacam "agama".  Oleh karena  itu,  pendukung teori  evolusi  masih saja mempertahankannya  meskipun  bukti-bukti  berbicara  lain.  Tetapi  ada  satu  hal  yang  mereka  sendiri  tidak sependapat, yaitu model evolusi mana yang “benar” dari sekian banyak model yang diajukan.  Salah satu hal terpenting dari model-model tersebut adalah sebuah skenario fantastis yang disebut “punctuated equilibrium”.

B.    Punctuated Equilibrium
Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan “punctuated equilibrium”. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan evolusi terjadi dalam “loncatan” besar yang diskontinu.
Model ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an.  Awalnya,  dua orang ahli paleontologi Amerika,  Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould, sangat sadar bahwa pernyataan neo-Darwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil  telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap, tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neo-Darwinis  senantiasa berharap bahwa bentuk peralihan yang hilang suatu hari  akan ditemukan. Eldredge dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar, namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi.  Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model  baru yang disebut punctuated equilibrium tadi.  Inilah model yang menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor, namun dalam perubahan besar dan tiba-tiba.
Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh, O.H. Shindewolf, seorang ahli paleontologi dari Eropa yang merintis jalan bagi Eldredge dan Gould,  menyatakan bahwa burung pertama muncul dari  sebutir telur reptil,  sebagai  “mutasi  besar-besaran”  (gross  mutation),  yakni akibat  “kecelakaan” besar  yang terjadi  pada struktur gen.
Menurut teori  tersebut,  seekor  binatang darat  dapat  menjadi paus  raksasa setelah mengalami perubahan  menyeluruh  secara  tiba-tiba.  Pernyataan  yang  sama  sekali  bertentangan  dengan  hukum-hukum genetika,  biofisika dan biokimia ini,  sama ilmiahnya dengan dongeng katak yang menjadi  pangeran. Dalam ketidakberdayaan karena pandangan neo-Darwinis terpuruk dalam krisis, sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini, teori baru yang bahkan lebih ganjil daripada neo-Darwinisme itu sendiri.  Satu-satunya tujuan model  ini  adalah memberikan penjelasan untuk mengisi  celah dalam catatan fosil yang tidak dapat dijelaskan model neo-Darwinis.
Namun, usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dengan pernyataan bahwa “seekor burung muncul  tiba-tiba dari  sebutir telur reptil” sama sekali tidak  rasional.  Sebagaimana  diakui  oleh  evolusionis  sendiri,  evolusi  dari  satu  spesies  ke  spesies  lain membutuhkan perubahan besar  informasi  genetis yang menguntungkan. Akan tetapi,  tidak ada mutasi  yang memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya.  Mutasi hanya merusak informasi  genetis. Dengan demikian, “mutasi besar-besaran” yang digambarkan oleh model punctuated equilibrium hanya akan menyebabkan pengurangan atau perusakan “besar-besaran” pada informasi genetis. Lebih  jauh  lagi,  model  punctuated  equilibrium  runtuh  sejak  pertama  kali  muncul  karena ketidak mampuannya menjawab pertanyaan tentang asal usul kehidupan; pertanyaan serupa yang menggugurkan model  neo-Darwinis  sejak awal.  Karena tidak satu protein pun yang muncul  secara  kebetulan,  perdebatan mengenai apakah organisme yang terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi secara “tiba-tiba” atau “bertahap” tidak masuk akal.
Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi model yang terlintas dalam pikiran ketika “evolusi” menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat dua mekanisme rekaan model  neo-Darwinis,  kemudian  memeriksa  catatan  fosil  untuk  menguji  model  ini.  Setelah  itu,  kita  akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis dan semua model evolusionis lain seperti “evolusi dengan lompatan” (evolution by leaps). Sebelumnya,  ada baiknya meng-ingatkan pembaca bahwa fakta yang akan kita hadapi di setiap tahap adalah  bahwa  skenario  evolusi  merupakan  sebuah  dongeng  belaka,  kebohongan  besar  yang  sama  sekali bertentangan dengan dunia nyata. Ini adalah sebuah skenario yang telah digunakan untuk membohongi dunia selama 140 tahun. Berkat penemuan-penemuan ilmiah terakhir, usaha kontinu mempertahankan teori tersebut akhirnya menjadi mustahil.

Tulisan ini diambil dari "Makalah Evolusi Puncutuated Equilibrium" oleh Mahasiswa Pendidikan Non Reguler 2008 Universitas Negeri Jakarta.

Evolusi Red Queen Theory


A.    Red Queen

Red Queen Hipotesis ini dimaksudkan untuk menjelaskan dua fenomena yang berbeda yaitu,  keuntungan dari reproduksi seksual pada tingkat individu, dan konstanta perlombaan senjata evolusi antara spesies yang bersaing. Pertama, pencampuran gen ibu dan ayah, reproduksi seksual dapat memungkinkan suatu spesies untuk berkembang dengan cepat hanya untuk berpegang pada niche ekologis yang sudah menempati dalam ekosistem. Kedua, probabilitas kepunahan untuk kelompok (biasanya keluarga) organisme dihipotesiskan akan konstan dalam kelompok dan acak di antara kelompok.
Dasar dari keseluruhan teori Red Queen adalah “perlombaan senjata evolusi”. Hal ini dimaksudkan bahwa pemangsa dan mangsa akan terus berkembang untuk mencapai keseimbangan. Hipotesis “Ratu Merah” menggambarkan dua ide yang sama, yang keduanya berbasis pada evolusi. Ide yang di cetuskan Van Valen pada tahun 1973 mengatakan bahwa evolusi bersama bisa mengarah pada situasi yang memungkinkan kepunahan relative yang konstan selama jutaan tahun. Intinya adalah bahwa perubahan evolusioner dari satu spesies dapat menyebabkan kepunahan dari spesies yang lain dan kemungkinan perubahan itu mungkin tergantung dari usia spesies tersebut.
Ide lainnya adalah bahwa evolusi bersama, yaitu antara inang dan parasit dapat menyebabkan osilasi berkelanjutan. Ide ini memunculkan salah satu hipotesis yang mengarah pada perkembangan reproduksi seksual. parasit lebih memilih untuk melakukan reproduksi seksual pada inang untuk mencegah resiko infeksi pada keturunannya.
Ungkapan hipotesis “Ratu Merah” berasal dari buku Though the Looking Glass pada bab 2 (Carroll, 1872). Intinya adalah bahwa perubahan evolusioner diperlukan di tempat yang sama. Penghentian perubahan akan dapat mengakibatkan kepunahan. Contoh yang dapat dianalogikan adalah suatu racun pada tanaman untuk membunuh ulat yang telah berevolusi. Jika tanaman ada dibawah tekanan predasi seleksi, ulat sudah kebal dengan racun diiringi dengan munculnya racun baru maka sebagian besar ulat akan mati dan tanaman akan tumbuh subur. Tetapi keadaan ini hanya sementara atau sebentar saja karena jika sebagian kecil ulat yang bertahan berkembang dengan cepat maka tanaman tersebut akan kembali diserang.

B.    Perlombaan Senjata
Sebuah metafora dari sebuah perlombaan senjata evolusi telah ditemukan sesuai untuk deskripsi dari proses biologi dengan dinamika mirip dengan perlombaan senjata. Van Valen mengusulkan Hipotesis Ratu Merah beserta  akibat adanya "Hukum Kepunahan" , yang berasal dari pengamatan probabilitas konstan kepunahan dalam keluarga organisme di waktu geologis. Dengan kata lain, Van Valen menemukan bahwa kemampuan dari keluarga organisme untuk bertahan hidup tidak membaik dari waktu ke waktu, dan bahwa tidak adanya korelasi antara usia dan kepunahan sugestif dari proses acak. Hipotesis Ratu Merah yang dirumuskan oleh Van Valen menyediakan fondasi konseptual untuk diskusi tentang perlombaan senjata evolusi, meskipun langsung uji hipotesis masih sulit dipahami, terutama di tingkat macroevolutionary. Konsep ini tetap mirip dengan sistem mematuhi sebuah kekritisan diri terorganisir.
Misalnya, karena setiap peningkatan satu spesies akan menyebabkan selektif keuntungan untuk itu spesies, variasi biasanya akan terus menyebabkan kenaikan dalam kebugaran dalam satu spesies atau yang lain. Namun, karena pada spesies yang berbeda umum adalah co-berkembang, perbaikan satu spesies menyiratkan bahwa ia akan mendapatkan keunggulan kompetitif atas spesies lain, dan dengan demikian dapat meraih pangsa lebih besar dari sumber daya yang tersedia untuk semua. Ini berarti bahwa kebugaran peningkatan satu sistem evolusi akan cenderung menyebabkan penurunan kebugaran pada sistem lain. Satu-satunya cara bahwa spesies terlibat dalam kompetisi untuk sumber daya dapat mempertahankan kebugaran relatif untuk spesies pesaing lainnya adalah dengan meningkatkan yang spesifik kebugaran (Heylighen, 2000).
Contoh yang paling jelas dari efek ini adalah "perlombaan senjata" antara predator dan mangsa (misalnya Vermeij, 1987), di mana predator cara hanya dapat mengimbangi pertahanan yang lebih baik oleh mangsanya (misalnya kelinci berlari lebih cepat dari orang tua mereka) adalah dengan mengembangkan pelanggaran yang lebih baik (rubah misalnya berjalan lebih cepat dari orang tua mereka). Dalam hal ini kita dapat mempertimbangkan perbaikan relatif (kelinci berlari lebih cepat dari rubah atau sebaliknya) untuk juga perbaikan mutlak dalam kebugaran (Heylighen, 2000).

Sumber: "Makalah Evolusi Red Queen Theory" oleh Mahasiswa Pendidikan Non Reguler 2008 Universitas Negeri Jakarta.

Evolusi Konsep Spesies

Spesies merupakan salah satu unit dasar dalam klasifikasi biologi dan tingkatan takson. Suatu spesies dapat diartikan sebagai suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil.  Suatu spesies yang memiliki nenek moyang yang sama dimasukan kedalam suatu kelompok secara bersamaan yang disebut dengan genus. Ciri kesamaan dalam satu genus dapat diidentifikasi dari DNA yang dimiliki oleh organisme tersebut. 
Definisi yang dapat digunakan kata "spesies" dan metode yang handal untuk mengidentifikasi spesies tertentu yang penting untuk menyatakan dan menguji teori-teori biologi dan untuk mengukur keanekaragaman hayati , meskipun tingkat taksonomi lain seperti keluarga dapat dipertimbangkan pada skala luas studi. Spesies yang punah hanya diketahui dari fosil, umumnya sulit untuk menetapkan peringkat taksonomi yang tepat, itulah sebabnya mengapa tingkat taksonomi yang lebih tinggi seperti keluarga sering digunakan untuk berbasis fosil studi.
Dalam bukunya, Darwin menulis pada bab II dari On the Origin of Species : “Tidak ada satu definisi telah memenuhi semua naturalis, namun setiap naturalis tahu samar-samar apa yang berarti ketika ia berbicara tentang suatu spesies. Umumnya istilah ini termasuk unsur yang tidak diketahui tindakan yang berbeda dari ciptaan.”
Tapi kemudian, dalam The Descent of Man , saat menyikapi pertanyaan “Apakah manusia terdiri dari satu atau beberapa spesies?", Darwin merevisi pendapatnya mengatakan: “Itu adalah harapan berusaha untuk memutuskan titik ini atas dasar suara, sampai beberapa definisi dari "spesies" istilah yang berlaku umum;. dan definisi tidak harus mencakup unsur yang tidak mungkin dipastikan, seperti tindakan penciptaan.”
Teori evolusi modern tergantung pada redefinisi fundamental dari "spesies". Sebelum Darwin, naturalis dilihat spesies sebagai tipe ideal atau umum, yang dapat dicontohkan oleh spesimen yang ideal menanggung semua ciri-ciri umum bagi spesies. Teori Darwin mengalihkan perhatian dari keseragaman untuk variasi dan dari umum ke yang khusus. Menurut sejarawan intelektual Louis Menand, setelah perhatian kita diarahkan ke individu, kita perlu cara lain untuk membuat generalisasi. Kami tidak lagi tertarik pada kesesuaian individu ke sebuah tipe ideal, kita sekarang tertarik pada hubungan individu dengan individu lain yang berinteraksi. Untuk generalisasi tentang kelompok individu berinteraksi, kita perlu untuk menjatuhkan bahasa jenis dan esens, yang preskriptif (mengatakan kepada kita apa kutilang seharusnya), dan mengadopsi bahasa statistik dan probabilitas, yang merupakan prediksi (mengatakan kepada kita apa finch rata , dalam kondisi tertentu, kemungkinan akan dilakukan). Hubungan akan lebih penting daripada kategori; fungsi yang dikelompokkan ke variabel, akan lebih penting daripada tujuan; transisi akan lebih penting daripada batas-batas; urutan akan lebih penting daripada hirarki.
Makna  untuk "spesies"; Darwin menyimpulkan bahwa spesies adalah apa yang mereka tampaknya: ide, yang sementara berguna untuk penamaan grup individu berinteraksi. "Saya melihat spesies istilah", ia menulis, "sebagai salah satu sewenang-wenang diberikan demi kenyamanan kepada seperangkat individu yang sangat mirip satu sama lain. Tidak dasarnya berbeda dengan berbagai kata, yang diberikan kepada kurang jelas dan bentuk berfluktuasi lebih Berbagai istilah, sekali lagi, dibandingkan dengan perbedaan individu belaka,. juga diterapkan sewenang-wenang, dan demi kenyamanan ".
Praktis, ahli biologi mendefinisikan spesies populasi organisme yang memiliki tingkat kesamaan genetik. Hal ini mungkin mencerminkan adaptasi dengan niche yang sama, dan transfer materi genetik dari satu orang ke orang lain, melalui berbagai cara yang mungkin. Tingkat tepat kesamaan digunakan dalam definisi tersebut adalah sewenang-wenang, tetapi ini adalah definisi yang paling umum digunakan untuk organisme yang bereproduksi secara aseksual (reproduksi aseksual), seperti beberapa tanaman dan mikroorganisme.
Ini tidak adanya konsep yang jelas dalam spesies mikrobiologi telah menyebabkan beberapa penulis berpendapat bahwa istilah "spesies" tidak berguna ketika mempelajari evolusi bakteri. Sebaliknya mereka melihat gen sebagai bergerak bebas antara bakteri bahkan jauh terkait, dengan domain bakteri seluruh menjadi kolam gen tunggal. Namun demikian, semacam aturan praktis telah dibentuk, mengatakan bahwa spesies Bakteri atau Archaea dengan 16S rRNA gen urutan lebih mirip dari 97% untuk setiap kebutuhan lain yang akan diperiksa oleh DNA-DNA Hibridisasi jika mereka berasal dari spesies yang sama atau tidak. Konsep ini telah diperbarui baru-baru ini, mengatakan bahwa perbatasan dari 97% itu terlalu rendah dan dapat dinaikkan menjadi 98,7%.
Dalam studi organisme yang bereproduksi secara seksual, di mana bahan genetik dibagi melalui proses reproduksi, kemampuan dua organisme kawin silang dan menghasilkan keturunan yang subur dari kedua jenis kelamin secara umum diterima sebagai indikator sederhana bahwa organisme berbagi gen cukup untuk dianggap anggota dari spesies yang sama. Jadi "spesies" adalah kelompok organisme antar pembiakan.
Definisi ini dapat diperpanjang untuk mengatakan bahwa spesies adalah sekelompok organisme yang berpotensi kawin silang - ikan masih bisa digolongkan sebagai spesies yang sama, meskipun mereka hidup di danau yang berbeda, selama mereka masih bisa kawin silang yang mereka pernah datang ke kontak dengan satu sama lain. Di sisi lain, ada banyak contoh serangkaian tiga atau lebih populasi yang berbeda, di mana individu-individu dari populasi di tengah bisa kawin silang dengan populasi ke kedua sisi, tetapi individu-individu dari populasi di kedua sisi tidak dapat kawin silang. Dengan demikian, orang dapat berargumentasi bahwa populasi ini merupakan spesies tunggal, atau dua spesies yang berbeda. Ini bukan paradoks, melainkan bukti bahwa spesies ditentukan oleh frekuensi gen, dan dengan demikian memiliki batas-batas fuzzy.
Akibatnya, setiap definisi, tunggal universal "spesies" adalah selalu sewenang-wenang. Sebaliknya, ahli biologi telah mengusulkan berbagai definisi; yang definisi ahli biologi menggunakan adalah pilihan pragmatis, tergantung pada kekhususan penelitian yang ahli biologi itu.
Dalam prakteknya, definisi ini sering bertepatan, dan perbedaan antara mereka adalah lebih merupakan masalah penekanan dari kontradiksi langsung. Namun demikian, tidak ada konsep spesies belum diusulkan adalah sepenuhnya objektif, atau dapat diterapkan dalam semua kasus tanpa menggunakan penghakiman. Mengingat kompleksitas kehidupan, bahkan ada yang berpendapat bahwa seperti definisi obyektif dalam semua kemungkinan tidak mungkin, dan ahli biologi harus puas dengan definisi yang paling praktis.
Untuk sebagian besar vertebrata, ini adalah konsep spesies biologis (BSC), dan pada tingkat lebih rendah (atau untuk tujuan yang berbeda) spesies filogenetik konsep (PSC). Banyak BSC subspesies dianggap spesies bawah PSC; perbedaan antara BSC dan PSC dapat disimpulkan sejauh bahwa BSC mendefinisikan spesies sebagai konsekuensi dari sejarah evolusi yang nyata, sedangkan PSC mendefinisikan suatu spesies sebagai akibat dari evolusi yang nyata potensial. Dengan demikian, spesies PSC "dibuat" segera sebagai garis keturunan evolusi telah mulai terpisah, sementara spesies BSC mulai ada hanya ketika pemisahan garis keturunan selesai. Dengan demikian, akan ada konflik yang cukup besar antara klasifikasi alternatif berdasarkan PSC dibandingkan BSC, karena mereka berbeda sepenuhnya dalam perlakuan mereka terhadap taksa yang akan dianggap subspesies bawah model yang terakhir (misalnya, subspesies berbagai lebah madu).

Sumber: "Makalah Evolusi Konsep Spesies" oleh Mahasiswa Pendidikan Non Reguler 2008 Universitas Negeri Jakarta. 

Evolusi Teori Handicap


Proses “evolusi melalui seleksi alam” yang dicetuskan oleh Darwin menjelaskan bagaimana seleksi alam dapat memengakibatkan mahluk hidup berevolusi. Dari teorinya mengenai seleksi alam, disebutkan bahwa suatu organisme hidup memiliki kecendrungan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Faktor adaptasi dari hewan itu dapat meliputi bentuk morfologi luar atau pun fisiologis. Akan tetapi tidak itu saja yang menjadi faktor penentu suatu individu dapat beradaptasi, akan tetapi dari ciri kelamin sekunder yang dimiliki suatu individu juga memiliki andil, khususnya yang ada pada hewan.
Ciri kelamin sekunder tersebut yang di kembangkan dari teori seleksi alam merupakan suatu ciri kelamin sekunder yang dimiliki oleh hewan, salah satu contohnya adalah bentuk bulu pada burung merak yang digunakan untuk menarik lawan jenisnya. Pada kasus tersebut, jantan yang berbulu indah dan panjang merupakan suatu kelebihan dari dirinya untuk membuat para betina tertarik. Dengan begitu merak tersebut mendapatkan peluang lebih besar untuk melakukan reproduksi dibandingkan dengan jantan lainnya. Hal ini dinamakan dengan seleksi seksual.
Seleksi seksual akan menyeleksi individu yang secara fenotif tidak menarik bagi pasangannya. Seleksi yang dimaksud bukan disebabkan karena tidak dapatnya beradaptasi, tetapi terjadi seleksi kepunahan karena individu tersebut tidak dapat meneruskan kelangsungan hidup jenisnya pada generasi berikutnya.
Dari seleksi seksual tersebut, memicu permasalahan baru. Salah seorang ilmua asal Israel yaitu Zahavi, mengemukakan teori baru. Teorinya mengatakan bahwa, terdapat kecacatan pada seleksi seksual. Seperti yang dikatakan diawal, bahwa seekor merak jantan dapat dikatakan lolos dari seleksi jika hewan tersebut memiliki bulu yang indah dan panjang. Perawakan yang seperti itu sebenarnya lebih berpeluang untuk mengundang pemangsa dari merak tersebut. Sehingga pada kasus tersebut, Zahavi mengemukakan teorinya yang disebut dengan Teori Handicap.
A.    Kecacatan Pada Seleksi Seksual
Seleksi seksual  merupakan seleksi yang berdasarkan pada kemampuan suatu organisme untuk bertahan guna meneruskan keterunannya dari generasi ke generasi. Kemampuan bertahan ini diiringi dengan adanya ciri kelamin sekunder. Ciri kelamin sekunder pada jantan dan betina memiliki perbedaan yang jelas pada jenis spesies hewan.
Perbedaan tersebut dapat terlihat jelas dengan perbedaan bentuk dan ukuran. Akan tetapi terkadang mencakup ciri seperti warna bulu pada burung jantan, rambut pada singa jantan, tanduk rusa pada singa jantan dan hiasan lainnnya. Perbedaan bentuk antara jantan dan betina seperti itu disebut dengan dimorfisme seksual. Sebagian besar, kasus dimorfisme tersebut, hewan jantan merupakan jenis kelamin yang lebih mencolok. Pada beberapa kasus, jantan dengan sifat maskulin yang sangat menawan mungkin bisa menjadi makhluk yang paling menarik bagi hewan betina. Ada juga spesies dimana struktur sekunder bias digunakan dalam persaingan langsung dengan hewan jantan yang lain. Hal tersebut umum ditemukan pada seekor hewan jantan yang memiliki banyak betina. Jantan tersebut dapat berhasil karena mengalahkan jantan yang lebih kecil, lemah, atau yang kurang kuat dalam pertarungan, tetapi yang lebih sering terjadi adalah mereka yang bersemangat bersainglah yang akan mengendurkan pesaingnya.
Banyak ciri sekunder pada hewan yang nampaknya tidak adaptif jika dilihat secara umum. Contohnya seperti warna bulu pada burung yang menarik pada jantan yang merupakan penyesuaian terhadap lingkungan akan tetapi disisi lain terdapat hal itu dapat menarik pemangasanya. Pada contoh yang lain, ketika para rusa jantan bertarung dengan menggunakan tanduknya, dilain sisi akan melemahkan penjagaan terhadap dirinya. Rusa jantan tersebut akan berpeluang terseleksi atau termangsa oleh predatornya.
Dari hal tersebut, timbullah pemahaman baru bahwa ada kerugian yang ditimbulkan dari ciri sekunder tersebut. Tidak semua hewan dapat lolos hanya dari ciri sekunder yang dimilikinya, tetapi seekor hewan juga harus memiliki daya juang untuk menghindar dari pemangsa, dengan begitu hewan tersebut dapat dikatakan lolos dari seleksi.

B.    Teori Handicap
Teori ini dicetuskan oleh Amotz Zahavi, seorang ahli biologi dari Israel. Ia mencetuskan teori tersebut dari melihat dari struktur morfologi hewan. Bagaimana setiap hewan memiliki ornamen atau organ tambahan untuk mempercantik diri mereka, contohnya seperti bulu pada burung merak. Dari hal itu, Zahavi melihat sisi lain, bahwa bulu merak jantan yang cantik dan panjang meerupakan suatu sinyal yang digunakan untuk menarik para betina.
Zahavi mengatakan bahwa, suatu individu dengan karakter seksual yang berkembang dengan baik adalah individu yang dapat bertahan dari seleksi. Hal ini karena pada umumnya, seekor betina akan memilih jantan dengan karakter seksual yang baik, yang nantinya dapat menghasilkan keturunan yang baik pula, sehingga dapat terhindar dari proses seleksi.
Teori yang dikemukakan oleh Zahavi dikenal sebagai teori kecacatan atau handicap teori. Teori Handicap adalah hipotesis yang awalnya diusulkan pada tahun 1975 bermaksud untuk menjelaskan bagaimana evolusi dapat menyebabkan sinyal antara hewan yang memiliki motivasi yang jelas untuk menggertak atau menipu satu sama lain. Teori Handicap menunjukkan bahwa sinyal dapat diandalkan harus mahal untuk signaler itu, biaya signaler sesuatu yang tidak dapat diberikan oleh seorang individu dengan kurang dari suatu sifat tertentu. Sebagai contoh, dalam kasus seleksi seksual, teori ini menunjukkan bahwa hewan yang lebih besar ketahanan biologis, sinyal tersebut dapat ditunjukan melalui handicapping perilaku atau morfologi yang secara efektif menurunkan kualitas ini. Ide utamanya adalah bahwa seksual dipilih sifat berfungsi seperti konsumsi berlebihan, menandakan kemampuan untuk mampu untuk menyia-nyiakan sumber daya. Penerima tahu bahwa sinyal menunjukkan kualitas karena signalers berkualitas rendah tidak mampu untuk menghasilkan sinyal tersebut.
Sifat umum dari fenomena tersebut adalah masalah beberapa perdebatan dan perbedaan pendapat, dan pandangan Zahavi pada ruang lingkup dan pentingnya cacat dalam biologi tetap berada di luar mainstream. Namun demikian, ide itu telah menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi peneliti karena beberapa peneliti percaya bahwa teori ini menjelaskan beberapa aspek komunikasi hewan
Menurut Zahavi, ekor pada burung merak jantan membuat dirinya lebih renta terhadap predator. Tetapi lain halnya dari sisi pandang burung merak betina. Ekor sang merak jantan membawa sinyal tersendiri bagi calon pasangannya. Hal ini yang disebut sebagai teori kecacatan karena disisi lain keindahan ekor sang jantan disitu juga terdapat bahaya yang mengancam jiwanya. Merak jantan dikatakan lolos dari seleksi ketika jantan tersebut berhasil memikat sang betina untuk memperbanyak keturunannya dan juga dapat lolos dari pemangsanya.

Sumber: "Makalah Evolusi Teori Handicap" oleh Mahasiswa Pendidikan Non Reguler 2008 Universitas Negeri Jakarta.