It's me!

Foto saya
ALLAH SWT-- tough; weak; strong; have a dream; have a choice; love a laugh; have a great family; have nice friends; have an ugly cat; pink; blue; beautiful colour; rain drops; sunshine; accounting; writting; STITCH; Fido Dido; and much more

Jumat, 17 Oktober 2014

Etika Profesi

I.                   TEORI ETIKA
Salah satu karakteristik yang membedakan setiap profesi dengan masyarakat pada umumnya adalah kode etik perilaku professional atau etika para anggotanya. Pengertian etika, dalam bahasa latin "ethica", berarti falsafah moral. Ia merupakan pedoman cara bertingkah laku yang baik dari sudut pandang budaya, susila serta agama. Istilah etika jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998), memiliki tiga arti, yang salah satunya adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Kata lain untuk etika ialah moralitas (morality.) Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa etika merupakan seperangkat aturan/ norma/ pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok/ segolongan manusia/ masyarakat/ profesi.
a.      Prinsip-prinsip Etika
Prinsip etika memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa professional oleh anggota. Prinsip etika disahkan oleh kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan aturan etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota himpunan yang bersangkutan. Interpretasi aturan etika merupakan yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Terdapat 8 prinsip etika profesi, yang merupakan landasan perilaku etika profesional, memberikan kerangka dasar bagi aturan etika, dan mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota, yang meliputi: Tanggung Jawab Profesi, Kepentingan Umum, Integritas, Obyektifitas, Kompetensi dan Kehati-hatian Profesionalnya, Kerahasiaan, Perilaku Profesional, dan Standar Teknis.
b.      Basis Teori Etika
Menurut Sukrisno (2009) ada banyak teori etika yang berkembang, sehingga harus dibuat pembedaannya secara garis besar. Sukrisno membedakan teori etika sebagai berikut:
1.      Teori Egoisme
2.      Teori Utilitarianisme
3.      Teori Dentologi (Teori Kewajiban)
4.      Teori Hak
5.      Teori Keutamaan
6.      Teori etika teonom

c.       Dilema Etika
Manusia senantiasa dihadapkan pada kebutuhan untuk membuat keputusan yang memiliki konsekuensi bagi diri mereka sendiri maupun orang lain. Seringkali dilema etika yang berasal dari pilihan yang membawa kebaikan pada satu pihak, ternyata tidak membawa kebaikan bagi pihak lain. Auditor, akuntan, dan kalangan bisnis lainnya menghadapi banyak dilema etika dalam karier bisnis. Berikut adalah beberapa dilema etika yang dihadapi:
1.      Bernegosiasi dengan klien yang mengancam untuk mencari auditor baru kalau perusahaan tidak memperoleh pendapat wajar tanpa pengecualian
2.      Memutuskan akan menegur supervisor yang telah melakukan lebih saji secara material nilai pendapatan departeman untuk mendapatkan bonus yang lebih besar
3.      Melanjutkan
4.      Bergabung di perusahaan yang melecehkan dan memperlakukan pegawai dan pelanggan secara tidak jujur

d.      Egoism
Teori egoism ini menjelaskan bahwa tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (self –interest). Hal ini bertentangan dengan teori altruism, yaitu tindakan yang peduli pada orang lain atau lebih mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri.
e.       Utilitariatisme
Teori ini memandang bahwa suatu tindakan dikatakan baik jika memberi manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. Jadi ukuran baik buruknya tindakan dilihat dari akibat, konsekuensi, dan tujuan dari tindakan tersebut, apakah memberikan manfaat atau tidak.
f.       Deontologi
Dipelopori oleh Emmanuel Kant (1724 – 1804),kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena ingin memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan juga karena perintah agama. Moralitas adalah otonom dan harus berpusat pada pengertian manusia berdasarkan akal sehat yang dimiliki manusia itu sendiri.
g.      Virtue Etics
Maksud dari teori keutamaan ini dalah setiap manusia harus tahu dan dapat memposisikan perilakunya atau wataknya sehingga individu tersebut dapat berperilaku atau bertingkah laku dengan baik secara moral.  

II.                PERILAKU ETIKA DALAM PROFESI AKUNTANSI
a.      Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntan
Profesi merupakan jenis pekerjaan yang memenuhi beberapa criteria, sedangkan profesionalisme merupakan suatu atribut individual yang oenting tanpa melihat apakah suatu pekerjaan merupakan suatu profesi atau tidak. Profesi akuntan di Indonesia sekarang ini menghadapi tantangan yang semakin berat. Di Indonesia, etika akuntan menjadi isu yang sangat menarik. Tanpa etika, profesi akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Disamping itu, profesi akuntansi mendapat sorotan yang cukup tajam dari masyarakat. Hal ini seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang dilakukan oleh akuntan, baik akuntan publik, akuntan intern perusahaan maupun akuntan pemerintah.
Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode Etik ini mengikat para anggota IAI di satu sisi dan dapat dipergunakan oleh akuntan lainnya yang bukan atau belum menjadi anggota IAI di sisi lainnya. Di Indonesia, penegakan Kode Etik dilaksanakan oleh sekurang–kurangnya enam unit organisasi, yaitu: Kantor Akuntan Publik, Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik – IAI, Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik – IAI, Dewan Pertimbangan Profesi IAI, Departemen Keuangan RI, dan BPKP. Selain keenam unit organisasi tadi, pengawasan terhadap Kode Etik diharapkan dapat dilakukan sendiri oleh para anggota dan pimpinan KAP.
Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan public.
b.      Ekspetasi Publik
Masyarakat umumnya mempersepsikan akuntan sebagai orang yang profesional dibidang akuntansi. Dengan demikian unsur kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antara akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan. Perubahan ekpektasi publik terhadap bisnis juga akan mempengaruhi ekpektasi publik terhadap peran akuntan. 
c.       Nilai-nilai Etika VS Teknik Akuntansi/ Auditing
Profesionalisme juga menjadi syarat utama bagi seseorang yang ingin menjadi seorang auditor eksternal. Sebab dengan profesionalisme yang tinggi kebebasan auditor akan semakin terjamin. Pertimbangan auditor tentang materialitas adalah suatu masalah kebijakan profesional dan dipengaruhi oleh persepsi auditor tentang kebutuhan yang beralasan dari laporan keuangan. Gambaran tentang profesionalisme seorang auditor menurut Hall (1968) tercermin dalam lima hal yaitu: pengabdian pada profesi, kewajiban sosial, kemandirian, kepercayaan terhadap peraturan profesi, dan hubungan dengan rekan seprofesi.
d.      Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan Publik
Menurut Agoes (2004) ada dua alasan perlunya suatu laporan keuangan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), yaitu
1.      jika tidak diaudit ada kemungkinan bahwa laporan keuangan tersebut mengandung kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja sehingga diragukan kewajarannya oleh pihak–pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan, dan
2.      jika laporan keuangan sudah diaudit dan mendapat opini wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion) dari KAP
Ini berarti laporan keuangan tersebut dapat diasumsikan bebas dari salah saji material dan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan yang mengandung salah saji material dampaknya, secara individual atau keseluruhan cukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan disajikan secara tidak wajar dalam semua hal yang material. Di sinilah peran akuntan publik dalam menentukan tingkat materialitas dalam proses audit laporan keuangan.

III.             KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI
a.      Kode Etik Perilaku Profesional
Dalam hal etika, sebuah profesi harus memiliki komitmen moral yang tinggi yang dituangkan dalam bentuk aturan khusus. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut, yang biasa disebut sebagai kode etik. Kode etik harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi yang memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat dan merupakan alat kepercayaan bagi masyarakat luas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap profesional wajib mentaati etika profesinya terkait dengan pelayanan yang diberikan apabila menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Seorang auditor bisa dikatakan profesional apabila telah memenuhi dan mematuhi standar-standar kode etik yang telah ditetapkan oleh IAI, antara lain:
-          prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh IAI yaitu standar ideal dari perilaku etis yang telah ditetapkan oleh IAI seperti dalam terminologi filosofi,
-          peraturan perilaku seperti standar minimum perilaku etis yang ditetapkan sebagai peraturan khusus yang merupakan suatu keharusan,
-          inteprestasi peraturan perilaku tidak merupakan keharusan, tetapi para praktisi harus memahaminya, dan
-          ketetapan etika seperti seorang akuntan publik wajib untuk harus tetap memegang teguh prinsip kebebasan dalam menjalankan proses auditnya, walaupun auditor dibayar oleh kliennya.
b.      Prinsip-prinsip Etika: IAI
Prinsip-prinsip etika yang dirumuskan IAPI dan dianggap menjadi Kode etik perilaku akuntan Indonesia adalah
1.      tanggung jawab,
2.      kepentingan masyarakat,
3.      integritas,
4.      obyektifitas dan independen,
5.      kompetensi dan ketentuan profesi,
6.      kerahasiaan, dan
7.      perilaku profesional.
Semakin tinggi akuntan publik menaati kode etik maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas.
c.       Aturan dan Interperstasi Etika
Ada empat bidang utama dimana IAI berwenang menetapkan standar dan memuat aturan yang bisa meningkatkan perilaku profesioanal seorang auditor.
1.      Standar auditing. Komite Standar Profesional Akuntan Publik (Komite SPAP) IAI bertanggung jawab untuk menerbitkan standar auditing. Standar ini disebut sebagai Pernyataan Standar Auditing atau PSA (sebelumnya disebut sebagai NPA dan PNPA).
2.      Standar kompilasi dan penelaahan laporan keuangan. Komite SPAP IAI dan Compilation and Review Standards Committee bertanggung jawab untuk mengeluarkan pernyataan mengenai pertanggungjawaban akuntan publik sehubungan dengan laporan keuangan suatu perusahaan yang tidak diaudit.
3.      Standar atestasi lainnya. Tahun 1986, AICPA menerbitkan Statement on Standards for Atestation Engagements.
4.      Materialitas


DAFTAR PUSTAKA
Agoes, S. 2004. Auditing, Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Jakarta: LPFE-UI.
Boynton. Modern Auditing edisi 7 jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Hendro Wahyudi dan Aida Ainul Mardiyah. 2006. Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Tingkat Materialitas dalam Pemeriksaan Laporan Keuangan. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.
Herawaty, Arleen dan Yulius Kurnia Susanto. 2009. Pengaruh Profesionalisme, Pengetahuan Mendeteksi Kekeliruan, dan Etika Profesi Terhadap Pertimbangan Tingkat Materialitas Akuntan Publik. JAAI, Volume 13, Nomor 2, Desember 2009, Halaman 211-220.
Indiana Farid Martadi dan Sri Suranta. 2006. Persepsi Akuntan, Mahasiswa Akutansi, Dan Karyawan Bagian Akutansi Dipandang Dari Segi Gender Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi (Studi Di Wilayah Surakarta). Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang.
Isnanto,  R. Rizal. 2009.  Buku ajar etika profesi. Semarang:  Universitas Diponegoro.
Lubis, Irwansyah dan Rayendra L. Toruan. 2010. Menggali Potensi Pajak Perusahaan dan Bisnis dengan Pelaksanaan Hukum. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sri Hutami. 2010. “Tax Planning (Tax Avoidance Dan Tax Evasion) dilihat dari Teori Etika”. E-journal Politama, Vol.9 No.2 (2010).
Sukrisno Agus & I cenik Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat.


Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh penulis buku dan juga jurnal yang saya cantumkan di daftar pustaka yang secara tidak langsung mengizinkan saya untuk mengambil ilmu dari tulisannya. Mohon maaf jika ada penambahan kata-kata dari tulisannya








Jumat, 07 Maret 2014

Tenses


Tense is a method that we use in English to refer to time - past, present and future. There are 3 kind of tenses: Past, Present, and future. There are 3 form of tenses: Simple, Progessive/ Continuous, and perfect. The function:
Simple present tense                           gives expression to :
- a repeated action that often, sometimes ... happens, but not to an action that is happening at the moment (see "present progressive").

Simple past tense                                gives expression to an action that started in the past and finished in the past.

Simple future tense                            gives expression to an action that will take place in the future, to a spontaneous decision and/or, to an action that can't be planned (e.g. weather).

Present continuous tense                    gives expression to an action that is going on at the moment, to an action that is planned to happen at a certain date in the future.

Past continuous tense                         gives expression to apparently continuous uninterrupted actions in the past (perhaps suddenly interrupted by an action in "simple past")

Present perfect tense                          gives expression to an action that started in the past and goes on in the present.

Past perfect tense                               gives expression to an action which started in the past and ended before another action in the past started.
The following is example of tenses :







Sources:

Thank you very much for the owners of blog who help me indirectly.

Selasa, 09 Juli 2013

Aktiva Tetap


Aktiva tetap adalah aktiva berwujud perusahaan yang dipergunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual. Aktiva tetap mempunyai masa kegunaan lebih dari satu periode akuntansi. Meliputi: aktiva yang tidak disusutkan (tanah), dan aktiva yang dapat disusutkan (bangunan, mesin, peralatan).

Rumus:
Harga Perolehan Aktiva Tetap = harga beli + biaya-biaya yang dikeluarkan
Biaya-biaya yang dikeluarkan antara lain:
-        Biaya masuk
-        Biaya angkut
-        Biaya pemasangan
-        Biaya Percobaan

PENYUSUTAN
Penyusutan atau depresiasi adalah alokasi harga perolehan dari aktiva tetap yang bersangkutan, sebagai beban bagi periode-periode yang menikmati penggunaannya. Penyusutan aktiva tetap ditentukan oleh faktor-faktor :
1. Harga perolehan
2. Taksiran nilai residu/ nilai sisa
3. Taksiran umur kegunaan à umur ekonomis

Untuk menghitung penyusutan dapat dipergunakan beberapa metode:
1.     Metode garis lurus
2.     Metode jumlah unit produksi
3.     Metode jam jasa
4.     Metode saldo menurun
5.     Metode jumlah angka tahun


Tips Kesehatan: Mulut Kering




Para dokter sering menganggap mulut kering adalah hal biasa, apalagi jika yang dialami orang usia tengah baya. Padahal, mulut kering bisa disebabkan oleh efek samping obat atau penyakit lain yang menyebabkan kelainan di mulut.

Problema mulut kering bukanlah suatu hal yang dianggap lumrah karena air liur yang biasanya di dalam mulut mempunyai fungsi yang cukup penting untuk kesehatan. Antara lain, memperlancar masuknya makanan ke dalam perut, membunuh kuman-kuman yang terdapat di dalam mulut, membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan dan berperan penting dalam pengecapan makanan.

Oleh karena itu gangguan mulut kering yang biasa disebut xerostomia tidak bisa dianggap sebagai penyakit ringan. Para dokter di Amerika sekarang menganjurkan agar mereka yang mengalami mulut kering, jangan ragu-ragu memeriksakan diri ke dokter. Jika penyebabnya ternyata efek samping dari obat-obatan, maka dokter akan menggantinya dengan obat yang lain. Jika penyebabnya merupakan gangguan mulut, maka dokter akan memberi resep obat yang dapat memperbanyak produksi air liur.

Jika anda belum sempat pergi ke dokter, untuk sementara anda bisa mencegahnya dengan cara berikut:
1.     Minum air sesering mungkin.

2.     Isap permen karet sugar-free. Hindari permen yang mengandung lemon, permen tersebut akan membuat air liur menjadi asam dan meningkatkan kemungkinan rusak gigi.

3.     Kunyah permen karet sugar-free, karena permen karet yang mengandung xylitol bisa membantu mengurangi keberadaan bakteri.

4.     Bernapaslah melalui hidung, jangan lewat mulut.

5.     Tanyakan kepada dokter anda mengenai obat yang bisa meningkatkan produksi air liur.

Tulisan ini diambil dari buku berjudul “tips kesehatan” (penulis:Ernes, penerbit: Restu Agung,Jakarta)

Berlibur Keluar Negri


Setengah Abad Disneyland
            Wahai teman-teman, ketahuilah Disneyland di California, Amerika Serikat TELAH berusia setangah abad, tanggal 17 juli 2005. aneka acara hiburan pun telah disiapkan dalam rangka menyambut ultah ke – 50 taman impian internasional itu. pasti memikat!
            Eh, tapi kalau teman-teman tidak ingin pergi jauh ke dineyland AS, kamu nisa ke Disneyland di Paris (Prancis) atau Disneyland di Tokyo (jepang)
            nah, tanggal 12 september 2005 mendatang Disneyland juga akan dibuka hongkong, tepatnya di teluk penny, pulau lantau

Universal Studio, Niagara, Wakiki
            Selain diseyland, ada banyak tempat wisata lainnya di as yang nsa dikunjungi. salah satunya di universal studio, Hollywood, los angel. disini, teman-teman bisa menyaksikan tempat utuk syuting beberapa film, di antara king kong, jaws, Jurassic park, war of the worlds, dan sebagainya. termasuk film-film cowboy lama yang penuh dengan adegan tembak-tembakan.
            Sekilas pintas, berwisata ke AS, teman-teman bisa patung liberty yang megah di new York, gedung putih yang berwibawa di Washington, golden gate yang merah hati di an fransisco, grand canyon yang curam-curam di Arizona, air terjun Niagara yang luas derasdi perbatasan as – kanada, pantai yang indah di wikiki, hawai dan seterusnya. ya amerika serikat memikat. sayang, letaknya jauh…jauh….jauh sekali.

Deste, Vatikan, Pisa, Eiffel, Titisee, Efteling
            Dari Amerika Serikat, yuk kita meluncur ke Eropa. bila amerika sebagai besar terkesan serba modern, Negara-negara di eropa tampak berwajah serba klasik. hampir semua kota di eropa memiliki kekhasan dan keunikan tersensiri. disana banyak terdapat gedung konser, museum, katerdal, taman, vila, menara, monument dan sebagainya yang berbau klasik .
            diroma, misalnya, ada begitu banyak peninggalan bersejarah. disamping negeri mungil vatikan, ada juga colloseum dan vila deste yang indah di luar kota roma. dari roma ke arah utara, terdapat kota pisa. disana ada menara pisa yang terkenal itu.
            menyebrang ke prancis, mau tak mua, perhatian kita terpana ke arah menara Eiffel di paris. hmm … paris dan sekitarnya sungguh elok permai. kemudian bila kita meluncur ke belanda, bolehlah mampir ke taman bermain madurodam dan efteling. dari belanda, kita juga bisa mampir di danau titisee, jerman yang menawan hati.

Taj Mahal, Tembok Besar, Nara
            Bila teman-teman belum sempat ke amerika atau eropa, bolehlah berkunjung di seputar asia. oh, banyak Negara di asia ternyata memiliki tempat-tempat wisata yang berdaya tarik sangat kuat. kota madras, muambai, new delhi, dan sebagainya sangat unik. di kota agra terdapat bangunan istana yang sangat tersohor, yakni taj mahal.
            di perbatasan india-china, ada sederet pegunungan yang amat kondang, yaitu Himalaya. masuk ke daratan cina, siapapun akan tercengang melihat pemandangan alam dan kemajuan kota-kota besar disana. lalu jangan lewatkan juga berkunjung ke tembok besar cina, sekitar 60 km seelah utara Beijing. sungguh dashyat.
            menyebarang sebentar ke timur, teman-teman sampai ke Taiwan yang beribukota di taipeh. dari cina, teman-teman bisa melesat ke jepang dan korea. di duah Negara ini teman-teman bisa menyaksikan banyak peninggilan bersejarah. di kota nara, jepang, misalnya, terdapat kuil budha yang teramat indah. juga di sana ada panorama gunung fuji yang mempesona.

Kanguru, Boomerang dan Ayers Rock
            Disebelah tenggara Negara kita, terdapat benua Australia yg juga memiliki keunikan. banyak kota di Australia, seperti canbera, Sidney Melbourne, Darwin yang pantas ditengok. kota-kota tersebut bercitra modern. misalnya di Sidney, terdapat gedung operah megah yang terletak di pinggir laut.
            Nama Australia juga tak lepas dari keunikan senjata boomerang yang dimiliki oleh suku aborigin, penduduk aslinya. juga tentu Australia tak bisa di pisahkan dengan kanguru yang berkantung itu. di daerah pedalaman benua putih itu, ada seonggok batu raksasa bernama ayers rock. para wisatawan selalu tersedot datang untuk memandangi batu yang bisa berubah warna itu. dari abu-abu menjadi merah.  

Sumber: Majalah bobo tahun 2005

Senin, 08 Juli 2013

Tips Keshatan: Pepaya

Pepaya adalah jenis buah tanpa mengenal musim dan mudah ditemukan setiap saat di pasaran. Hampir semua bagiantanaman papaya bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Digunakan sebagai obat tradisional penyembuh beberapa penyakit sekaligus pemelihara kesehatan tubuh.

Daun Muda
Daun muda (pucuk) papaya, sering disajikan sebagai lalap mentah, yang bermanfaat menambah nafsu makan, mengandung sumber vitamin A, menyembuhkan penyakit beri-beri, bahkan mujarab sebagai obat sakit malaria, kejang perut, maupun sakit panas. Bagi penderita malaria dan kejang perut dapat diobati dengan cara meminum air sari daun papaya yang sebelumnya ditumbuk halus dan diperas.


Akar
Rebusan air akar papaya, bila diminum bermanfaat membinasakan cacing kremi, mengobati sakit ginjal, dan kandung kemih. Sedangkan rebusan akar papaya gandul yang dicampur dengan arak dan kayu putih, kemudian dioleskan pada tulang-tulang yang sakit dapat mengobati sakit persendian tulang.

Buah Pepaya
Paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik papaya yang matang maupun muda. Mengkonsumsi buah yang sudah matang berkhasiat membantu pencernaan, memberikan jumlah vitamin dan mineral yang dibuthkan tubuh tiap hari. Mengusir cacing dalam usus serta mencegah pembentukan batu dalam kandung kemih.

Ramuan buah masak dicampur kuning telur rebus berguna sebagai obat radang mulut (stomatitis), hati yang kurang berfungsi, bisul, kekurangan ASI bagi ibu-ibu, ingatan yang lemah dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pepaya masak dicampur dengan madu mujarab untuk mengatasi gangguan saluran air seni, berbagai gangguan jantung, hati, otak, urat syaraf, darah wasir, dan sembelit.

Pepaya dicampur dengan susu dan madu dapat mendorong pertumbuhan badan anak-anak, wanita hamil, dan yang sedang menyusui. Penderita sembelit atau proses pengeluaran sisa pencernaan lambat, sulit atau keras, cukup diobati dengan mengkonsumsi seiris buah papaya masak setiap sarapan pagi. Gangguan pencernaan atau terhalangnya fungsi pencernaan atau kegagalan perut dalam menerima makanan, dapat disembuhkan dengan makan kontinyu buah papaya masak sebagai pencuci mulut.

Sementara jerawat, dapat diobati dengan sari buah papaya masak sebanyak 3 sendok makan ditambah 1 sendok makan sari jeruk kesturi, kemudian dimaskerkan pada wajah selama 90 menit, kemudian cuci muka dengan air hangat.

Pepaya kaya dengan serat, vitamin C, karotenoid, perokok dianjurkan untuk mengonsumsi papaya, karena diyakini dapat mengurangi resiko kanker paru-paru. Sebuah papaya ukuran sedang per hari diharapkan bisa menangkal racun radikal bebas yang berasal dari asap rokok.

Kanker usus besar, kandung empedu, kanker pancreas dan kanker payudara, juga bisa dikurangi resikonya dengan mengonsumsi papaya secara teratur. Vitamin C alami yang dikandung papaya, juga dapat membantu meningkatkan kesuburan. Karena vitamin C sangat diperlukan untuk menjaga kualitas air mani dan sperma pada pria. Bukti dari penelitian, vitamin C dapat memperbaiki sperma yang meah, kurang gesit, dan pendek usia.

Cara terbaik menikmati pepaya adalah dengan memotong kotak-kotak, bubuhi perasan jeruk nipis atau lemon, tambahkan serutan es. Pepaya juga cocok untuk campuran rujak, salad, es buah hingga es krim. Ada juga yang menjadikan papaya sebagai campuran untuk masakan.

Tulisan ini diambil dari buku berjudul “tips kesehatan” (penulis:Ernes, penerbit: Restu Agung,Jakarta)

EVOLUSI PUNCTUATED EQUILIBRIUM


A.    Perdebatan Evolusi
Di saat gema buku Darwin mengenai evolusi sedang menjadi pusat perhatian, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19,  penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika.
Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin. Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin terbuang. Namun ini  tidak  terjadi,  karena  ada  kelompok-kelompok  tertentu  yang  bersikeras  merevisi,  memperbarui  dan mengangkat  kembali  teori  ini  pada kedudukan ilmiah.
Teori Darwin jatuh terpuruk dalam krisis karena hukum-hukum genetika yang ditemukan pada perempat pertama abad ke-20. Meskipun demikian, sekelompok ilmuwan yang bertekad bulat tetap setia kepada Darwin berusaha mencari  jalan keluar. Mereka berkumpul  dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Geological Society of America pada tahun 1941. Ahli genetika seperti G. Ledyard Stebbins dan Theodosius Dobzhansky, ahli zoologi seperti Ernst Mayr dan Julian Huxley, ahli paleontologi seperti George Gaylord Simpson dan Glenn L. Jepsen, dan ahli genetika matematis seperti Ronald Fisher dan Sewall Right, setelah pembicaraan panjang akhirnya menyetujui cara-cara untuk “menambal sulam” Darwinisme.
Kader-kader  ini  berfokus  kepada  pertanyaan  tentang  asal  usul  variasi  menguntungkan  yang diasumsikan menjadi penyebab makhluk hidup berevolusi, yaitu sebuah masalah yang tidak mampu dijelaskan oleh Darwin sendiri  dan dielakkan dengan bergantung pada teori  Lamarck.  Gagasan mereka kali  ini  adalah “mutasi acak” (random mutations). Mereka menamakan teori baru ini “Teori Evolusi Sintetis Modern” (The Modern Synthetic Evolution Theory), yang dirumuskan dengan menambahkan konsep mutasi pada teori seleksi alam  Darwin.  Dalam  waktu  singkat,  teori  ini  dikenal  sebagai  “neo-Darwinisme”  dan  mereka  yang mengemukakannya disebut “neo-Darwinis”.
Beberapa  dekade  berikutnya  menjadi  era  perjuangan  berat  untuk    membuktikan  kebenaran  neoDarwinisme. Telah diketahui bahwa mutasi atau “kecelakaan” yang terjadi pada gen-gen makhluk hidup selalu membahayakan.  Neo-Darwinis  berupaya memberikan contoh “mutasi  yang menguntungkan”  dengan melakukan ribuan eksperimen mutasi. Akan tetapi semua upaya mereka berakhir dengan kegagalan total. Mereka juga berupaya membuktikan bahwa makhluk hidup pertama muncul secara kebetulan di bawah kondisi-kondisi bumi primitif, seperti yang diasumsikan teori tersebut. Akan tetapi eksperimen-eksperimen ini pun menemui kegagalan. Setiap eksperimen yang bertujuan membuktikan bahwa kehidupan dapat dimunculkan secara kebetulan telah gagal.  Perhitungan probabilitas membuktikan bahwa tidak ada satu pun protein, yang merupakan  molekul  penyusun  kehidupan,  dapat  muncul  secara  kebetulan.  Begitu  pula  sel,  yang  menurut anggapan evolusionis muncul secara kebetulan pada kondisi  bumi  primitif  dan tidak terkendali,  tidak dapat disintesis oleh laboratorium-laboratorium abad ke-20 yang tercanggih sekalipun.
Teori  neo-Darwinis telah ditumbangkan pula oleh  catatan fosil.  Tidak pernah ditemukan di belahan dunia mana pun “bentuk-bentuk transisi” yang diasumsikan teori neo-Darwinis sebagai bukti evolusi bertahap pada  makhluk  hidup  dari  spesies  primitif  ke  spesies  lebih  maju.  Begitu  pula  perbandingan  anatomi menunjukkan bahwa  pesies yang diduga telah berevolusi dari spesies lain ternyata memiliki ciri-ciri anatomi yang sangat berbeda, sehingga mereka tidak mungkin menjadi nenek moyang dan keturunannya. Neo-Darwinisme memang tidak pernah menjadi teori  ilmiah,  tapi merupakan sebuah dogma ideologis kalau tidak  bisa  disebut  sebagai  semacam "agama".  Oleh karena  itu,  pendukung teori  evolusi  masih saja mempertahankannya  meskipun  bukti-bukti  berbicara  lain.  Tetapi  ada  satu  hal  yang  mereka  sendiri  tidak sependapat, yaitu model evolusi mana yang “benar” dari sekian banyak model yang diajukan.  Salah satu hal terpenting dari model-model tersebut adalah sebuah skenario fantastis yang disebut “punctuated equilibrium”.

B.    Punctuated Equilibrium
Sebagian besar ilmuwan yang mempercayai evolusi menerima teori neo-Darwinis bahwa evolusi terjadi secara perlahan dan bertahap. Pada beberapa dekade terakhir ini, telah dikemukakan sebuah model lain yang dinamakan “punctuated equilibrium”. Model ini menolak gagasan Darwin tentang evolusi yang terjadi secara kumulatif dan sedikit demi sedikit. Sebaliknya, model ini menyatakan evolusi terjadi dalam “loncatan” besar yang diskontinu.
Model ini pertama kali muncul pada awal tahun 1970-an.  Awalnya,  dua orang ahli paleontologi Amerika,  Niles Eldredge dan Stephen Jay Gould, sangat sadar bahwa pernyataan neo-Darwinis telah diruntuhkan secara absolut oleh catatan fosil. Fosil-fosil  telah membuktikan bahwa makhluk hidup tidak berasal dari evolusi bertahap, tetapi muncul tiba-tiba dan sudah terbentuk sepenuhnya. Hingga sekarang neo-Darwinis  senantiasa berharap bahwa bentuk peralihan yang hilang suatu hari  akan ditemukan. Eldredge dan Gould menyadari bahwa harapan ini tidak berdasar, namun di sisi lain mereka tetap tidak mampu meninggalkan dogma evolusi.  Karena itulah akhirnya mereka mengemukakan sebuah model  baru yang disebut punctuated equilibrium tadi.  Inilah model yang menyatakan bahwa evolusi tidak terjadi sebagai hasil dari variasi minor, namun dalam perubahan besar dan tiba-tiba.
Model ini hanya sebuah khayalan. Sebagai contoh, O.H. Shindewolf, seorang ahli paleontologi dari Eropa yang merintis jalan bagi Eldredge dan Gould,  menyatakan bahwa burung pertama muncul dari  sebutir telur reptil,  sebagai  “mutasi  besar-besaran”  (gross  mutation),  yakni akibat  “kecelakaan” besar  yang terjadi  pada struktur gen.
Menurut teori  tersebut,  seekor  binatang darat  dapat  menjadi paus  raksasa setelah mengalami perubahan  menyeluruh  secara  tiba-tiba.  Pernyataan  yang  sama  sekali  bertentangan  dengan  hukum-hukum genetika,  biofisika dan biokimia ini,  sama ilmiahnya dengan dongeng katak yang menjadi  pangeran. Dalam ketidakberdayaan karena pandangan neo-Darwinis terpuruk dalam krisis, sejumlah ahli paleontologi pro-evolusi mempercayai teori ini, teori baru yang bahkan lebih ganjil daripada neo-Darwinisme itu sendiri.  Satu-satunya tujuan model  ini  adalah memberikan penjelasan untuk mengisi  celah dalam catatan fosil yang tidak dapat dijelaskan model neo-Darwinis.
Namun, usaha menjelaskan kekosongan fosil dalam evolusi burung dengan pernyataan bahwa “seekor burung muncul  tiba-tiba dari  sebutir telur reptil” sama sekali tidak  rasional.  Sebagaimana  diakui  oleh  evolusionis  sendiri,  evolusi  dari  satu  spesies  ke  spesies  lain membutuhkan perubahan besar  informasi  genetis yang menguntungkan. Akan tetapi,  tidak ada mutasi  yang memperbaiki informasi genetis atau menambahkan informasi baru padanya.  Mutasi hanya merusak informasi  genetis. Dengan demikian, “mutasi besar-besaran” yang digambarkan oleh model punctuated equilibrium hanya akan menyebabkan pengurangan atau perusakan “besar-besaran” pada informasi genetis. Lebih  jauh  lagi,  model  punctuated  equilibrium  runtuh  sejak  pertama  kali  muncul  karena ketidak mampuannya menjawab pertanyaan tentang asal usul kehidupan; pertanyaan serupa yang menggugurkan model  neo-Darwinis  sejak awal.  Karena tidak satu protein pun yang muncul  secara  kebetulan,  perdebatan mengenai apakah organisme yang terdiri dari milyaran protein mengalami proses evolusi secara “tiba-tiba” atau “bertahap” tidak masuk akal.
Kendati demikian, neo-Darwinisme masih menjadi model yang terlintas dalam pikiran ketika “evolusi” menjadi pokok perbincangan dewasa ini. Dalam bab-bab selanjutnya, kita akan melihat dua mekanisme rekaan model  neo-Darwinis,  kemudian  memeriksa  catatan  fosil  untuk  menguji  model  ini.  Setelah  itu,  kita  akan membahas pertanyaan tentang asal usul kehidupan yang menggugurkan model neo-Darwinis dan semua model evolusionis lain seperti “evolusi dengan lompatan” (evolution by leaps). Sebelumnya,  ada baiknya meng-ingatkan pembaca bahwa fakta yang akan kita hadapi di setiap tahap adalah  bahwa  skenario  evolusi  merupakan  sebuah  dongeng  belaka,  kebohongan  besar  yang  sama  sekali bertentangan dengan dunia nyata. Ini adalah sebuah skenario yang telah digunakan untuk membohongi dunia selama 140 tahun. Berkat penemuan-penemuan ilmiah terakhir, usaha kontinu mempertahankan teori tersebut akhirnya menjadi mustahil.

Tulisan ini diambil dari "Makalah Evolusi Puncutuated Equilibrium" oleh Mahasiswa Pendidikan Non Reguler 2008 Universitas Negeri Jakarta.